Sistem Training Hiburan

Di masa depan, artis di berbagai belahan dunia akan menjalani training yang keras demi kualitas tayangan yang lebih baik. Training dibuat keras agar para artis tahu betapa sulitnya pekerjaan di dunia hiburan dan penyiaran. Training akan berlangsung selama beberapa bulan hingga tahun sebelum penggarapan karya dimulai. Durasi training bergantung kepada jenis karya yang akan digeluti. Training akan berlangsung setiap hari mengikuti kalender. Artis yang mengikuti training akan tinggal di asrama khusus artis yang dikelola oleh rumah produksi atau stasiun televisi.

Format Training Hiburan

  • Setiap artis harus mengikuti training selama tiga bulan hingga dua tahun sebelum syuting dan perekaman dimulai.
  • Lama training berbeda-beda bergantung kepada jenis karya. Tiga bulan untuk lagu berbentuk singel, mini seri dan film pendek, enam bulan untuk lagu berbentuk mini album, program televisi mingguan, serial televisi dan film televisi, satu tahun untuk lagu berbentuk full album, program televisi harian, serial televisi berbobot dan film layar lebar dan dua tahun untuk film berbobot seperti film kolosal.
  • Training akan berlangsung selama 8-20 jam dalam satu hari, bergantung kepada kebijakan masing-masing rumah produksi atau stasiun televisi.
  • Training akan berlangsung setiap hari selama kalender berjalan dan segala jenis perayaan, seperti ulang tahun dilarang demi kelangsungan training.
  • Artis yang mengikuti training dilarang menggunakan barang-barang yang biasa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti majalah dan komputer. Barang-barang tersebut akan diserahkan kepada pelatih sebagai alat untuk memukul artis jika melakukan kesalahan.
  • Artis yang mengikuti training akan tinggal di asrama yang dikelola oleh pihak rumah produksi atau stasiun televisi agar training berjalan dengan baik.
  • Selama berada di asrama, setiap artis harus terus mengikuti training hingga tuntas dan dilarang keluar-masuk asrama.
  • Selama training, artis dilarang berkomunikasi, dikunjungi dan diliput karena training dilaksanakan secara tertutup dan mengutamakan privasi.
  • Selama training, artis harus mengenakan pakaian yang serupa dengan warna gelap dan dilengkapi dengan topeng yang juga berwarna gelap. Perhiasan, aksesoris dan tata rias dilarang dipakai selama training karena setiap artis akan menggunakan topeng untuk menunjukkan kesetaraan.
  • Artis harus menutup identitas yang sebenarnya selama training dengan menggunakan angka sebagai identitas sementaranya.
  • Artis yang mengikuti training harus mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah ditentukan oleh manajer untuk menjaga stamina dalam menjalankan training selama belasan jam.
  • Artis yang mengikuti training hanya boleh mandi sebanyak satu kali dalam sehari atau beberapa kali dalam satu minggu karena keterbatasan waktu istirahat di tengah durasi training dalam satu hari yang panjang.
  • Artis yang melakukan kesalahan akan dipukul dengan berbagai macam barang, mulai dari balok kayu hingga laptop sebanyak beberapa kali hingga sang artis terluka atau barang tersebut rusak dibanding dibentak, karena kalau ada bentakan satu kali saja, maka reputasi rumah produksi atau stasiun televisi akan jatuh. Jika ada salah satu rumah produksi atau stasiun televisi yang terbukti membentak artis, reputasi rumah produksi atau stasiun televisi tersebut akan jatuh atau yang lebih berat lagi rumah produksi atau stasiun televisi tersebut akan berhenti beroperasi untuk sementara atau permanen.
  • Artis yang sakit atau terluka saat latihan tetap harus melanjutkan latihan sampai tuntas agar kualitas penampilannya terjaga.
  • Artis wanita yang sedang hamil dan menyusui akan beralih ke hal-hal yang bersifat keterampilan seperti menjahit karena ibu hamil dan menyusui dilarang mengikuti training dengan jam yang panjang dengan alasan kesehatan ibu dan bayi.
  • Artis yang meninggal dunia saat training akan dimakamkan di kuburan massal yang terletak di belakang bangunan asrama, nisan artis akan ditulis dengan angka yang ia pakai selama training.
  • Artis yang tidak sanggup atau kuat mengikuti training akan dimutasi ke bidang lain di dunia hiburan seperti kru di belakang layar bahkan ke bidang yang dianggap “kotor” seperti penari s*****s. Jika sang artis dimutasi di bidang non-hiburan, ia akan beralih ke hal-hal yang bersifat keterampilan atau pasif.
  • Artis yang melanggar peraturan selama training akan dimutasi ke pekerjaan seperti pelayan, pelukis dan penari s*****s.

Studi Banding Hiburan

  • Di dunia hiburan, studi banding dilakukan untuk mencari sistem yang tepat dalam menggarap karya dan menambah wawasan dalam dunia hiburan.
  • Studi banding di dunia hiburan dilakukan di negara-negara dengan industri hiburan yang bagus di Eropa, bukan Amerika Serikat atau beberapa negara Asia karena sistem di Eropa jauh lebih baik, cocok dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  • Penerbangan ke negara tujuan studi banding dapat menggunakan pesawat komersial atau pesawat charter kelas ekonomi maupun bisnis.
  • Jika menggunakan pesawat komersial, seluruh peserta studi banding harus memakai topeng berwarna gelap untuk menutupi identitas yang sebenarnya agar tidak diketahui oleh orang lain dan masuk dan keluar dari pesawat paling pertama sama seperti penumpang prioritas seperti penumpang yang memiliki keanggotaan dari maskapai, penumpang dengan anak-anak dan penyandang cacat.
  • Dalam memesan tiket pesawat komersial, pihak rumah produksi dan stasiun televisi akan memesannya jauh-jauh hari agar mendapat tempat duduk paling depan, karena artis tidak ingin terganggu dengan hal-hal yang tidak diinginkan seperti orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin berfoto dengan mereka. Hal tersebut yang membuat artis yang menjalani studi banding harus duduk dengan rekan sesama artis selama berada di pesawat komersial.
  • Sedangkan dari pihak maskapai, mereka akan mempersiapkan perjalanan studi banding dengan berbagai cara, mulai dari pemesanan makanan hingga pemasangan tirai pembatas.
  • Pesawat komersial yang akan ditumpangi oleh artis yang menjalani studi banding di luar negeri dipasang tirai pembatas berwarna gelap agar tidak terganggu dengan hal-hal yang berasal dari dunia luar.
  • Selama berada di bandara, artis yang menjalani studi banding akan mengikuti satu sama lain dengan berbaris dengan kawalan manajer untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Para artis akan berbaur dengan penumpang lain yang naik pesawat komersial, namun artis harus masuk paling pertama karena mereka tidak ingin diganggu.
  • Selama berada di pesawat, artis diharapkan untuk tenang selama perjalanan dan kegiatan mereka akan dipantau oleh manager. Jika ada artis yang melakukan hal yang tidak-tidak di pesawat, mereka akan dipukul dengan majalah oleh manajer dibanding ditegur dengan kata-kata karena akan mengganggu penumpang lain di pesawat.
  • Tirai pembatas yang ada di pesawat komersial hanya boleh dibuka dan ditutup oleh pramugari/a saat waktu makan dan servis tiba.
  • Jika menggunakan pesawat charter, pihak rumah produksi atau stasiun televisi harus menggalang dana jauh-jauh hari karena biaya charter pesawat yang tergolong mahal.
  • Artis yang naik pesawat charter ke luar negeri dalam rangka studi banding, bandara akan dijaga dengan ketat oleh satpam, polisi dan tentara dan masyarakat umum dilarang masuk ke area di mana artis bernaung.
  • Artis tetap harus menggunakan topeng berwarna gelap saat naik pesawat charter untuk menyembunyikan identiasnya.
  • Terminal tempat artis yang naik pesawat charter akan ditutup di bagian-bagian tertentu, seperti tempat berjalan yang akan dipasang papan berwarna gelap demi kenyamanan para artis.
  • Meskipun artis dikawal dengan ketat saat berada di bandara untuk naik pesawat ke luar negeri, namun penerbangan lainnya tetap berjalan seperti biasa dan tidak ada delay.
  • Tiba di negara tujuan studi banding, para artis harus langsung ke kantor stasiun televisi tempat studi banding digelar dengan bus yang disewa oleh manajer dengan dikawal oleh polisi dan tentara.
  • Kantor stasiun televisi tempat artis melakukan studi banding akan dijaga dengan ketat oleh satpam, polisi dan tentara dan dipasang pagar tinggi dengan kawat berduri.
  • Selama studi banding, para artis akan menginap di kantor stasiun televisi atau hotel yang paling dekat dengan kantor stasiun televisi dengan penjagaan ketat dan jendela yang ditutup dengan kain berwarna gelap.
  • Kegiatan studi banding akan berlangsung selama 8-20 jam dalam satu hari, bergantung kepada kebijakan masing-masing rumah produksi atau stasiun televisi.
  • Program studi banding untuk artis akan berlangsung selama tiga atau enam bulan, bergantung kepada kebijakan dan kebutuhan.
  • Peraturan selama studi banding sama dengan peraturan selama training.
  • Selama studi banding, artis dilarang berlibur, melakukan perayaan, disambut, dikunjungi, diliput dan diberi hadiah.
  • Setelah studi banding berakhir, artis harus langsung pulang dan melaporkan hasil studi banding kepada manajer, sutradara dan kru.
Iklan