Pelajaran Melafalkan Muammar Khadafi

Tokoh :
Utama : Blok Poros, Blok Sekutu, Kanada, Spanyol, Portugal, Italia Selatan, Belanda, Belgia, Swiss.
Opt. : Miss Lily, Tita.
Sore hari, para murid berkumpul di sebuah ruangan. Mereka akan belajar bagaimana melafalkan dan menulis Muammar Khadafidengan baik dan benar. Guru yang akan mengajar mereka adalah Lily, seorang wanita yang bekerja sebagai dosen di sebuah universitas swasta ternama. Ia pergi mengajar anggota Hetalia dengan Tita, putri bungsunya.
“Selamat sore.” sapa Lily.
“Selamat sore Tante!” sapa semuanya.
“Kita akan belajar melafalkan dan menuliskan Muammar Khadafi dengan baik dan benar agar kita tidak ditipu saat membaca berita.” terang Lily.
“Oh, begitu ya.” kata Jerman dan Italia.
“Yey! Kita belajar bilang Muammar Khadafi!” seru Amerika dan Kanada.
“Bilang nama Arab…” kata Rusia enteng.
“Woooo, Khadafi.” kata Spanyol dan Portugal.
“Pasti nama diktator!” seru Inggris sebal.
“Woi, ada anak baru di belakang kita!” seru Italia Utara di depan Jerman dan Jepang.
“Nama mereka siapa ya?” tanya Jepang.
“Kita kenalan dulu ya.” kata Jerman melembut.
“Nama kamu siapa?” tanya Jepang.
“Aku Belanda.” kata pemuda berambut jabrik dan pirang.
“Aku Belgia.” kata gadis yang juga adik dari pemuda tersebut.
“Aku Swiss.” kata pemuda pirang dengan topi putih.
“Ternyata ada anak baru gan!” kata Inggris dengan bahasa Kaskus.
“Iya, aku tau kok!” kata Prancis enteng.
Setelah mereka berkenalan dengan ketiga tokoh baru, barulah pelajaran dimulai. Pelajaran dimulai dengan mengucapkan dahulu lalu cara penulisannya. Menurut author, nama orang Arab memiliki ragam ucapan karena kurangnya standarisasi untuk terjemahan bahasa Arab dan banyak kekeliruan dalam pengejaan. Di Indonesia, Muammar Khadafy biasa ditulis ‘Muammar Khadafi’ atau Ghadafi atau Qadafi. Di luar negeri, ada puluhan macam ejaan Muammar Khadafi, ada kantor berita yang memiliki 112 macam ejaan!
“Sekarang pelajaran dimulai!” seru Lily.
“Sekarang, kita akan belajar mengucapkan Muammar Khadafi dengan baik dan benar.” kata Lily.
“Siapa yang berani ke depan untuk memberikan contoh ucapannya?” tanya Lily.
“SAYA! SAYA ADALAH PAHLAWAN!” seru Amerika keras.
“Nah, kita akan belajar gimana ngucapin Muammar Khadafi.” kata Amerika.
“Pertama, nama depan bisa Muammar atau Moammar. Lalu, nama belakang bisa Khadafi, Ghadafi atau Qadafi, terserah kita. Tapi, menurut saya, lebih pas Moammar Khadafy, karena sesuai dengan logat Amerika.” papar Amerika.
“Bagus. Sekarang giliran yang lain.” kata Lily tegas.
“Saya ya!” seru Swiss.
“Kalo mau ngucapin nama pemimpin dari Libya ini, kita memiliki cukup banyak pilihan, seperti Moammar Gaddafi, Moammar Khadafy dan sebagainya.” papar Swiss.
“Sudah, sekarang giliran Inggris.” kata Lily.
“Kita boleh pake ragam ejaan nama Muammar Gaddafi. Kita bisa pake Moammar Khadafi, Muammar al-Ghadafi dan terserah kamu lah.” papar Inggris.
“Yang mau maju siapa?” tanya Lily.
“Saya sama Italia Utara.” kata Jerman.
“Selama ini, kita sering melafalkannya dengan kata Moammar Khadafi, karena lebih disukai orang Eropa terutama Jerman.” papar Jerman.
“Kita telah mengenal puluhan macam ejaan Muammar Khadafi. Berarti satu nama, puluhan ejaan.” kata Italia Utara.
“Coba yang lain!” seru Lily tegas.
“Saya akan bilang Moammar Qaddafi.” kata Belanda
“Bilang apa? Ya Muammar Ghadafy.” kata Belgia.
“Nah, sebagian dari kalian sudah bisa melafalkan dengan benar, tetapi huruf awal dari nama belakang berbeda. Ada yang k, ada yang g dan ada yang q.” terang Lily.
“Oh, jadinya ragam nama belakangnya disingkat KGQ.” kata Spanyol di depan dua Italia.
“Oki doki! Kita udah bisa bilang Moammar Khadafy.” kata Jerman agak cuek.
“Yey! Kita pasti bisa!” seru Prancis diikuti oleh Inggris.
“Nah, sekarang kita akan melihat diagram penulisan Muammar Khadafi.” kata Lily.
“Saya akan bawa karton (flashcard) dengan diagram.” kata Lily lagi.
Diagram akan ditampilkan berikut ini :

“Saya akan mempresentasikan bagaimana cara menulis Muammar Khadafi dengan cara yang berbeda.” kata Lily.
“Pertama, dalam tulisan berwarna hijau, kita akan melihat cara menulis nama depan.” terang Lily.
“Paling kiri, ada huruf M, lalu diikuti oleh huruf u, a dan o, lalu tanda kutip, lalu huruf a diikuti oleh huruf m dan m dobel, lalu huruf a dan e diikuti huruf r.” terang Lily di depang anggota Hetalia.
“Kedua, dalam tulisan berwarna biru, kita akan melihat cara menulis gelar Arab.” terang Lily.
“Di tengah, ada al, el, Al, El atau anulir lalu diikuti oleh garis (-) atau anulir.” terang Lily.
“Terakhir, di bagian kanan yang berwarna ungu, kita akan melihat cara menulis nama keluarga dengan cara yang berbeda.” terang Lily.
“Di kiri, kalian bisa melihat ada huruf Q, G, K, Kh dan Gh, lalu huruf a, e dan u, lalu huruf d, dh, dd, ddh, dhdh, dth, th dan zz, lalu huruf a diikuti oleh huruf f dan f dobel dan huruf i dan y.” terang Lily.
“Siapa yang mau menulis di papan tulis (whiteboard)?” tanya Lily.
“Saya saya!” teriak Amerika, Inggris, Jerman, Italia Utara, Spanyol, Portugal, Belanda dan Swiss.”
“Bergiliran ya!” seru Lily tegas.
“Kakak mau nulis ya?” tanya Tita.
“Iya, ada spidolnya nggak?” kata Italia Utara.
“Ada. Warna hitam ada 3 biji. Ambil.” kata Tita.
“Ini, buat saya, Jerman, Spanyol dan Portugal.” kata Italia.
“Minta donk buat saya, Kanada dan Inggris.” kata Amerika.
“Saya donk sama Belanda dan Belgia.” kata Swiss.
“Ada yang lain nggak?” tanya Rusia kepada Tita.
“Ada, warna biru dan merah, masing-masing 1 biji. kata Tita.
“Merah buat saya dan Cina. Biru buat Jepang dan Italia Selatan.” kata Rusia.
“Ya udah.” kata Tita cuek.
“Nah, kalian buat kelompok.” kata Lily.
“Muridnya ada berapa, Ma?” tanya Tita heran.
“Ada 15 orang Nak. Emangnya kenapa?” tanya Lily.
“Pengen tau aja.” kata Tita.
“Tita, kamu sana keluar, jangan ganggu kakak-kakak ya.” kata Lily.
“Sekarang saya akan undi nama kelompok dan anggotanya.” tegas Lily.
Beberapa saat kemudian,
“Kelompok 1, Inggris, Amerika dan Kanada.”
“Kelompok 2, Jerman, Italia Utara dan Jepang.”
“Kelompok 3, Spanyol, Italia Selatan dan Portugal.”
“Kelompok 4, Prancis, Rusia dan Cina.”
“Kelompok 5, Belanda, Belgia dan Swiss.”
“Kalian tulis ragam penulisan di kertas yang sudah saya bagikan!” seru Lily.
Mereka pun menulis di kertas yang sudah dibagikan oleh Miss Lily dan menulis bareng-bareng. Setiap orang memiliki giliran menulis beberapa ragam. Mereka sangat kompak bekerja kelompok. Hal ini harus kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka memiliki tugas sama rata dan adil. Mereka telah menulis puluhan kata selama sekitar 20 menit.
Kemudian Lily menghampiri mereka
“Kelompok 1!”
Kelompok 1
-Inggris
-Amerika
-Kanada
(1) Muammar Qaddafi,
(2) Mo’ammar Gadhafi,
(3) Muammar Kaddafi,
(4) Muammar Qadhafi,
(5) Moammar El Kadhafi,
(6) Muammar Gadafi,
(7) Mu’ammar al-Qadafi,
(8) Moamer El Kazzafi,
(9) Moamar al-Gaddafi,
(10) Mu’ammar Al Qathafi,
(11) Muammar Al Qathafi,
(12) Mo’ammar el-Gadhafi,
(13) Moamar El Kadhafi,
(14) Muammar al-Qadhafi,
(15) Mu’ammar al-Qadhdhafi,
(16) Mu’ammar Qadafi,
(17) Moamar Gaddafi,
(18) Mu’ammar Qadhdhafi,
(19) Muammar Khaddafi,
(20) Muammar al-Khaddafi,
(21) Mu’amar al-Kadafi,
(22) Muammar Ghaddafy,
(23) Muammar Ghadafi,
(24) Muammar Ghaddafi,
(25) Muamar Kaddafi,
(26) Muammar Quathafi,
(27) Muammar Gheddafi,
(28) Muamar Al-Kaddafi,
(29) Moammar Khadafy,
(30) Moammar Qudhafi,
(31) Mu’ammar al-Qaddafi,
(32) Mulazim Awwal Mu’ammar Muhammad Abu Minyar al-Qadhafi.
Sumber : Cecil Adams
“Kelompok 2!”
“Sama juga dengan Kelompok 1” kata Belanda.
“Kelompok 3, mana hasil kerja kalian?” kata Lily.
“Kita mana ya?” kata Portugal.
“Ini, terselip di majalah Otosport halaman 13.” kata Spanyol.
“Serahkan ke saya.” kata Lily.
Kelompok 3
-Spanyol
-Italia Selatan
-Portugal
• Qaddafi, Muammar
• Al-Gathafi, Muammar
• al-Qadhafi, Muammar
• Al Qathafi, Mu’ammar
• Al Qathafi, Muammar
• El Gaddafi, Moamar
• El Kadhafi, Moammar
• El Kazzafi, Moamer
• El Qathafi, Mu’Ammar
• Gadafi, Muammar
• Gaddafi, Moamar
• Gadhafi, Mo’ammar
• Gathafi, Muammar
• Ghadafi, Muammar
• Ghaddafi, Muammar
• Ghaddafy, Muammar
• Gheddafi, Muammar
• Gheddafi, Muhammar
• Kadaffi, Momar
• Kad’afi, Mu`amar al- 20
• Kaddafi, Muamar
• Kaddafi, Muammar
• Kadhafi, Moammar
• Kadhafi, Mouammar
• Kazzafi, Moammar
• Khadafy, Moammar
• Khaddafi, Muammar
• Moamar al-Gaddafi
• Moamar el Gaddafi
• Moamar El Kadhafi
• Moamar Gaddafi
• Moamer El Kazzafi
• Mo’ammar el-Gadhafi
• Moammar El Kadhafi
• Mo’ammar Gadhafi
• Moammar Kadhafi
• Moammar Khadafy
• Moammar Qudhafi
• Mu`amar al-Kad’afi
• Mu’amar al-Kadafi
• Muamar Al-Kaddafi
• Muamar Kaddafi
• Muamer Gadafi
• Muammar Al-Gathafi
• Muammar al-Khaddafi
• Mu’ammar al-Qadafi
• Mu’ammar al-Qaddafi
• Muammar al-Qadhafi
• Mu’ammar al-Qadhdhafi
• Mu`ammar al-Qadhdhāfī 50
• Mu’ammar Al Qathafi
• Muammar Al Qathafi
• Muammar Gadafi
• Muammar Gaddafi
• Muammar Ghadafi
• Muammar Ghaddafi
• Muammar Ghaddafy
• Muammar Gheddafi
• Muammar Kaddafi
• Muammar Khaddafi
• Mu’ammar Qadafi
• Muammar Qaddafi
• Muammar Qadhafi
• Mu’ammar Qadhdhafi
• Muammar Quathafi
• Mulazim Awwal Mu’ammar Muhammad Abu Minyar al-Qadhafi
• Qadafi, Mu’ammar
• Qadhafi, Muammar
• Qadhdhāfī, Mu`ammar
• Qathafi, Mu’Ammar el 70
• Quathafi, Muammar
• Qudhafi, Moammar
• Moamar AI Kadafi
• Maummar Gaddafi
• Moamar Gadhafi
• Moamer Gaddafi
• Moamer Kadhafi
• Moamma Gaddafi
• Moammar Gaddafi
• Moammar Gadhafi
• Moammar Ghadafi
• Moammar Khadaffy
• Moammar Khaddafi
• Moammar el Gadhafi
• Moammer Gaddafi
• Mouammer al Gaddafi
• Muamar Gaddafi
• Muammar Al Ghaddafi
• Muammar Al Qaddafi
• Muammar Al Qaddafi
• Muammar El Qaddafi
• Muammar Gadaffi
• Muammar Gadafy
• Muammar Gaddhafi
• Muammar Gadhafi
• Muammar Ghadaffi
• Muammar Qadthafi
• Muammar al Gaddafi
• Muammar el Gaddafy
• Muammar el Gaddafi
• Muammar el Qaddafi
• Muammer Gadaffi
• Muammer Gaddafi
• Mummar Gaddafi
• Omar Al Qathafi
• Omar Mouammer Al Gaddafi
• Omar Muammar Al Ghaddafi
• Omar Muammar Al Qaddafi
• Omar Muammar Al Qathafi
• Omar Muammar Gaddafi
• Omar Muammar Ghaddafi
• Omar al Ghaddafi
Sumber : ABC News
“Wah, panjang sekali punya kalian!” seru Lily.
“Iya, soalnya saya kepintaran.” kata Spanyol.
“Hah! Serius?” kata Prancis.
“Ya.” jawab Spanyol cuek.
“Kelompok 4!” seru Lily keras.
“Ini.” kata Rusia enteng.
Kelompok 4
-Prancis
-Cina
-Rusia
1) Muammar Qaddafi
2) Mo’ammar Gadhafi
3) Muammar Kaddafi
4) Muammar Qadhafi
5) Moammar El Kadhafi
6) Muammar Gadafi
7) Mu’ammar al-Qadafi
8) Moamer El Kazzafi
9) Moamar al-Gaddafi
10) Mu’ammar Al Qathafi
11) Muammar Al Qathafi
12) Mo’ammar el-Gadhafi
13) Moamar El Kadhafi
14) Muammar al-Qadhafi
15) Mu’ammar al-Qadhdhafi
16) Mu’ammar Qadafi
17) Moamar Gaddafi
18) Mu’ammar Qadhdhafi
19) Muammar Khaddafi
20) Muammar al-Khaddafi
21) Mu’amar al-Kadafi
22) Muammar Ghaddafy
23) Muammar Ghadafi
24) Muammar Ghaddafi
25) Muamar Kaddafi
26) Muammar Quathafi
27) Mohammer Q’udafi
28) Muammar Gheddafi
29) Muamar Al-Kaddafi
30) Moammar Khadafy
31) Moammar Qudhafi
32) Mu’ammar al-Qaddafi
33) Inter’l Herald Tribune
Muammar el-Qaddafi
34) The Guardian
Muammar Gadafy
35) The Times & the BBC
Muammar Gaddafi
36) The Evening Standard
Muammar Gadaffy
37) and finally the Libyan Embassy spelling
Muamar Qadaffi
Sumber : London Evening Standard.
“Cukup banyak ragamnya.” kata Lily.
“Kelompok 5!” seru Lily.
“Mana ya?” tanya Belgia.
“Di sini rupanya!” seru Belanda.
“Cepetan, kumpulin ke Lily.” tegas swiss.
“Serahkan ke saya!” seru Lily.
Kelompok 5
-Belanda
-Belgia
-Swiss
• Muammar Khadafi
• Muammar Ghadafi
• Muammar Qadafi
• Moammar Khadaffi
• Moammar Khadaffy
• Moammar Khadafy
• Muammar El Khadafy
• Muammar Al Ghaddafi
• Muammar Al Khadaffi

“Wah, kalian sedikit sekali dan tanpa sumber!” seru Lily.

“Iya, soalnya saya bingung.” kata Swiss.

“Terima kasih!” seru semuanya.

“Sama-sama.” kata Lily.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s