Bintang Jauh

Tokoh :

Blok Poros, Amerika, Kanada, Rusia, Ukraina, Belarus, trio Baltik

Malam Sabtu, Blok Poros dan kawan-kawan biasa melihat bintang bersinar di langit. Mereka melihat bintang dengan mata telanjang. Kadangkala, mereka melihat bintang dengan teropong bintang milik Jerman. Ia memiliki 4 buah teleskop. 2 teleskop miliknya adalah lungsuran dari Germania, kakeknya. Sebuah teleskop ia beli sendiri di Ace Hardware bareng Italia dan Jepang. Satunya lagi dikasih Amerika sebagai oleh-oleh dari planetariun ketika ia (Amerika) berkunjung ke sebuah planetarium bareng Blok Poros. Kini, teleskop tersebut disimpan di gudang paling bawah.

Kali ini, trio Baltik akan melihat bintang dengan teleskop Jerman lungsuran dari Germania. Sedangkan teleskop yang dibeli sendiri akan dipakai oleh Blok Poros. Amerika dan Kanada memakai teleskop pemberian dari Amerika untuk Jerman. Teleskop milik Germania yang satu lagi akan dipakai oleh trio Slavik, yaitu Rusia, Ukraina dan Belarus. Mereka akan memakai teleskop secara bergantian untuk melihat bintang.

“Selamat malam.” kata Italia.

“Malam juga!” seru Jepang.

“Ada bintang bersinar!” seru Italia.

“Nanti kita ke luar ya.” kata Jepang.

“Kalian mau apa?” tanya Jerman.

“Mau lihat bintang.” kata Italia.

“Di mana sih teropong bintang?” tanya Jepang.

“Di gudang dalam lemari bagian bawah.” kata Jerman.

“Ayo kita cari!” seru Italia.

Beberapa saat kemudian

“Tada! Ada teropong bintang!” seru Jerman.

“Ada berapa, Kak?” tanya Latvia, si pendek bak Ucok Baba.

“Ada 4 biji.” kata Jerman.

“Wah, bagus banget teropongnya!” seru Lithuania kagum.

“Mau dong!” seru Kanada.

“Teropong itu kan mahal harganya!” seru Lithuania.

“Nanti aku lihat harganya berapa.” kata Kanada.

Setelah mencari teropong bintang, Jerman pun menyuruh beberapa teman untuk membawa teropong bintang tersebut. Jerman membawa teropong bintang yang dibelinya sendiri, teropong bintang yang merupakan lungsuran dari Germania masing-masing dibawa oleh Lithuania dan Rusia. Teropong bintang yang merupakan pemberian dari Amerika akan dibawa oleh Amerika. Mereka akan melihat bintang dengan dekat. Selain itu, mereka juga ingin melihat rasi bintang yang muncul pada bulan Mei.

“Ayo kita bawa teropong ini!” seru Jerman.

“Lith, Rus, hati-hati ya bawanya.” kata Estonia.

“Ntar lagi aku liat bintang lho.” kata Belarus cuek.

“Tunggu aja!” seru Amerika cuek.

“BINTANG KEJORA!” seru Italia.

“Udah ditaro belum?” tanya Ukraina.

“Udah, sama aku dan Jerman.” kata Kanada.

“Eh, Lith ama Rus udah naro, kan?” tanya Ukraina lagi.

“Ya udahlah.” kata Kanada cuek.

“Asyik! Liat bintang!” seru Latvia girang.

“Nanti aku sama Jerman ngeset teropongnya.” kata Rusia.

“Oh. Lith juga ngeset. Tapi dia lupa kali!”kata Latvia.

“OMG! Aku lupa ngesetnya!” seru Lithuania.

“Kenapa kamu?” tanya Amerika.

“Aku lupa cara ngeset teropong.” kata Lithuania.

“Nanti aku ngeset deh!” seru Amerika.

“Kenapa sih si Lith?” tanya Latvia.

“Dia lupa cara ngeset teropong.” kata Ukraina.

“Aku nggak tau kapan terakhir dia make.” kata Latvia.

“Ha, itu dia penyebab dia lupa!” seru Ukraina.

“Masak Lith udah pikun?” tanya Estonia.

“Makanya itu dia udah lupa.” kata Rusia.

“Harusnya dia rehab!” seru Estonia.

Setelah teropong diset, mereka pun melihat bintang secara bergantian. Blok Poros melihat bintang dengan kagum, begitu juga dengan Amerika dan Kanada. Mereka amat kagum dengan taburan bintang di malam hari. Trio Baltik pun tak mau kalah, mereka sangat menyukai taburan bintang yang berkemilau seperti Lithuania dan Latvia. Ukraina dan Belarus juga menyukai bintang, tetapi mereka tidak begitu tahu nama-nama rasi bintang. Amerika dan Kanada juga ingin melihat rasi bintang Taurus karena bulan Mei adalah bulan rasi bintang Taurus.

Lalu Jerman akan menjelaskan apa rasi bintang yang ada pada malam ini. Mereka juga ingin mengetahui rasi bintang seperti Jerman. Jerman juga menyukai astronomi dan juga Jepang. Mereka juga tahu banyak tentang bintang. Tapi ada juga yang tidak begitu tahu tentang rasi bintang seperti Ukraina dan Belarus. Latvia juga ingin melihat bintang seperti yang lainnya, sayangnya, tubuhnya pendek. Tinggi badan Latvia hanya 140 cm! Tetapi dia masih mending jika dibandingkan dengan Ucok Baba yang tingginya 91 cm. Paling yang bisa melihat bintang cuma Jermam dan Rusia karena mereka bertubuh tinggi. Akhirnya, Estonia membuat teleskop trio Baltik dipendekkan khusus untuk Latvia.

“Lihat, ada rasi bintang Taurus!” seru Amerika.

“Wow, sangat indah!” seru Rusia dan trio Baltik.

“Lembu jantan.” kata Ukraina.

“Indahnya.” kata Kanada.

“Ada rasi bintang ‘Pasta’ nggak ya?” tanya Italia.

“Nggak ada tau!” seru Jerman.

“Liat nggak bintangnya?” tanya Ukraina.

“Liat lah.” kata Lithuania cuek.

“Wow, berkilau!” seru Estonia.

“Aku pendek, gendong dong!” seru Latvia merengek.

“Aku gendong kamu, Lats.” kata Lithuania.

“Bisa kan kamu liat bintang?” tanya Lithuania.

“Bisa!” seru Latvia.

“Ada lagi bintang, kecil-kecil.” kata Amerika.

“Wow, menakjubkan!” seru Ukraina dan Belarus.

“Gugusan yang indah!” seru Kanada.

“Ada bintang berkilau!” seru Kumajirou.

“Aku gendong ya!” seru Amerika.

“Aku lihat nih.” kata Kumajirou.

“Bisa kan?” tanya Kanada.

“Iya.” kata Kumajirou enteng.

“Kamu lagi ngapain?” tanya Rusia.

“Mendekkin teropong.” kata Estonia.

“Buat siapa?” tanya Belarus.

“Buat Latvia. Soalnya dia pendek.” kata Estonia lagi.

“Oh, jadi bisa dong dipendekkin?” tanya Ukraina.

“Bisa lah.” kata Estonia.

“Pendekkin teropong donk, Al.” kata Kumajirou.

“Oh, tidak bisa!” seru Amerika meniru Sule.

“Wah, pada ngobrol ya?” tanya Lithuania.

“Iya. Ngobrolin pendekkin teropong.” jawab Ukraina.

“Bisa juga teropong dipendekkin.” kata Ukraina.

“Ya. Bisa disesuaiin sama tinggi badan pengamat.” kata Lithuania.

Setelah puas mengamati bintang, mereka pun mengembalikan teropong milik Jerman dan menyimpannya di gudang di lemari bagian bawah. Mereka pun senang dengan kemilau bintang yang bertaburan di angkasa di malam hari. Setelah itu, mereka pun ke rumah masing-masing. Wah, betapa indahnya bintang-bintang yang dilihat oleh anggota Hetalia!

Rockefeller Street

Tokoh :
Utama : Rusia, Ukraina, Belarus, trio Baltik, Polandia, Bulgaria, Romania, Hungaria
Sampingan : Blok Poros + Blok Sekutu (termasuk Kanada)
Menjelang malam, para anggota Hetalia yang berasal dari kawasan Eropa Timur akan menyanyikan lagu ‘Rockefeller Street’ dari Estonia, negara asal Eduard von Bock, manusia berkacamata dan ponian di trio Baltik. Mereka akan menyajikan lagu tersebut di depan anggota Blok Poros dan Blok Sekutu. Mereka harus bernyanyi dengan baik dan benar. Mereka memakai karaoke yang dipinjam dari Inggris.
Rusia telah menulis di secarik kertas yang berisi siapa yang menyanyi dan menari. Musik sudah tersedia dalam karaoke. Karaoke Hetalia berisi lagu Europop dan Ameripop. Alat tersebut milik Inggris. Ia telah memilikinya sejak lama. Ia membelinya saat sale di sebuah pameran elektronik di sebuah mal besar. Ia membeli alat karaoke sekitar 5 tahun yang lalu. Setiap bulan, Inggris selalu meng-update lagu-lagu yang ada di karaoke agar tidak ketinggalan zaman. Kali ini dia baru saja menginstal lagu-lagu Eurovision 2011.
“Tuh ada 2 orang di belakang kita!” seru Ukraina.
“Kenalan yuk!” seru Polandia sambil mengajak.
“Siapa ya mereka?” tanya Lithuania penasaran.
“Nanti kita kenalin mereka!” seru Ukraina di depan LithPol.
“Siapa nih, aku belum kenal.” kata Latvia.
“Ada siapa ya?” tanya Polandia serasa memanggil-manggil.
“Nih, mereka ada di depan kita.” kata Ukraina tegas tapi pelan.
“Nama saya Bulgaria.” kata pemuda berambut coklat kehitaman.
“Nama saya Romania.” kata gadis dengan rambut model bob.
“Ini kita dari negara pecahan Uni Soviet.” kata Ukraina sopan.
“Dan ini bawahannya Rusia. Mereka adalah Trio Baltik.” kata Polandia sopan.
“Oke. Terima kasih karena udah kenalan!” seru Polandia dan Trio Baltik.
“Sama-sama.” kata Bulgaria dan Romania.
“Bentar lagi kita dipanggil Rusia!” seru Belarus.
“Iya, iya.” kata Ukraina.
“Pasti nyanyi!” seru Belarus geram.
Beberapa saat kemudian
“Sekarang kita nyanyi ya.” kata Rusia.
“Ummm… Iya!!!” seru Ukraina.
“A…ku… ga…ga…p…” kata Latvia gemetaran.
“Ha, nyanyi?” tanya Hungaria kosong.
“Yes, kita nyanyi!” seru Polandia girang.
“Nyanyi? No way!” seru Belarus geram.
“Aku bisa nyanyi kok!” seru Lithuania cuek.
“Aku masih ragu nih.” kata Estonia cuek.
“Yah, aku nggak begitu bisa!” seru Romania geram.
“Nanti aku coba deh!” seru Bulgaria yakin.
“Wah, sebagian di antara kalian masih ada yang nggak bisa nyanyi!” seru Rusia.
“Iya, soalnya aku belum pernah lho!” seru Hungaria dan Belarus.
“Aku jarang nyanyi nih!” seru Estonia dan Latvia.
“Suaraku bagus nggak ya?” tanya Polandia heran.
“Aku pasti bisa!” seru Ukraina.
“Jangan ngomong aja! Lakuin dong!” seru Lithuania tegas.
“Bentar lagi kita semua akan menyanyi!” seru Polandia mengingatkan.
“Tapi aku masih ragu!” seru Belarus.
“Jangan khawatir Bela, kamu pasti bisa!” kata Lithuania.
“Oh…” jawab Belarus enteng.
“Nanti kamu-kamu coba ya!” seru Ukraina mengingatkan.
“Nah, aku mau coba ya!” seru Hungaria penuh semangat.
“Kalian mau ngapain?” tanya Kanada.
“Mau nyanyi.” jawab Ukraina dan Romania.
“Wah, pastinya seru. Tapi aku nggak ikut!” kata Kanada.
“Nya…nyi… Nya…nyi…” kata Kumajirou.
“Ukraina-Belarus!”
“Lithuania-Polandia!”
“Latvia-Estonia!”
“Hungaria-Romania!”
“Bulgaria!”
Berikut ini lirik lagu ‘Rockefeller Street’

Daylight is fading away, night silhouettes in the sky
LED lights are flashing on towers
It’s Manhattan’s magical time

Ballerinas dancing the Swan Lake
On a river made of diamonds and pearls
Everything’s a little bit weird now

Because tonight, it is showtime
In the middle of the street life
All we celebrate are good times
Because tonight, it is showtime

Come and walk with me
1273 down the Rockefeller street
Life is marchin’ on, do you feel that?
1273 down the Rockefeller street
Everything is more than surreal

(Alright, alright, alright)
(Let’s go, let’s go)

Oldschool Hollywood stars
Party cinderellas are here
They move like computer game heroes

Because they know it is showtime
In the middle of the street life
All they celebrate are good times
Because tonight it is showtime

So let’s keep movin’ on

1273 down the Rockefeller street
Life is marchin’ on, do you feel that?
1273 down the Rockefeller street
Everything is more than surreal

So let’s keep movin’ on

Keep movin’, keep movin’, keep movin’, keep movin’
If you want to know what Rockefeller groove is
Keep movin’, keep movin’, keep movin’, keep movin’
Time is right to celebrate good times

Keep movin’, keep movin’, keep movin’, keep movin’
If you want to know what Rockefeller groove is
Keep movin’, keep movin’, keep movin’, keep movin’
Time is right to celebrate the good times

1273 down the Rockefeller street
Life is marchin’ on, do you feel that?
1273 down the Rockefeller street
Everything is more than surreal

We’re singing
1273 down the Rockefeller street
Life is marchin’ on, do you feel that?
We’re singing
1273 down the Rockefeller street
Everything is more than surreal

Setelah bernyanyi, mereka pun takut, panik, gemetaran, was-wasan, bahkan deg-degan karena skor, Jika skor mereka tinggi, mereka akan menang. Jika skor mereka rendah, mereka akan kalah. Mereka takut jika skor dipengaruhi oleh suara saat bernyanyi.
Penonton pun tidak kalah panik saat para penyanyi akan dipanggil untuk mendapatkan skor. Mereka pun merasa panik dan cemas saat akan melihat skor penyanyi. Seperti Blok Poros yang merasa takut dan was-was saat melihat nilai teman-teman mereka.
Inggris, Prancis dan Amerika merasa sangat takut seperti kesurupan dan berjalan di tempat yang sepi karena khawatir nilai salah satu dari teman mereka jatuh karena suara yang pas-pasan. Jerman dan Jepang pun merasa gemetaran dan cemas sesaat sebelum pembacaan skor oleh Rusia.
Kanada dan Kumajirou terlihat hanya diam saja, meratapi suara Ukraina, pasangannya yang pas-pasan. Dia yakin Ukraina akan mendapat skor yang pas-pasan juga. Ia juga khawatir dengan trio Baltik yang memiliki kemampuan menyanyi yang juga pas-pasan. Ia takut mereka mendapat skor kecil dan menempati urutan terbawah.
Setelah itu ada pengumuman skor karaoke oleh Rusia. Skor karaoke berkisar antara 0-100. Mereka mendapat nilai pas-pasan karena suara mereka kurang sesuai dengan melodinya.
“Ukraina, 83.”
“Belarus, 70.”
“Lithuania, 78.”
“Polandia, 71.”
“Latvia, 72.”
“Estonia, 75.”
“Hungaria, 86.”
“Romania, 74.”
“Bulgaria, 73.”
“Yang nilainya besar hanya 3 orang!” seru Rusia tegas.
“Sepertinya, suara kalian masih tergolong pas-pasan.” kata Rusia.
“Yang mendapat nilai terbesar adalah Hungaria. Selamat ya!” seru Rusia.
“Wah, nilaiku besar! Pasti suaraku pas dengan melodinya!” seru Hungaria.
“Ukraina, ternyata suramu lumayan bagus. Salut ya!” seru Rusia.
“Makasih ya dik!” seru Ukraina.
“Ternyata pasanganku dapat skor lumayan!” seru Kanada.
“Oeeek!” seru Kumajirou.
“Wah, ada aja yang bisa nyanyi di Blok Timur!” seru Amerika.
“Ternyata, ada teman kita yang suaranya bagus.” kata Inggris.
“Pasti dong.” kata Amerika enteng.
“Wow, suaranya Lith lumayan” seru Jepang dan Jerman.
“Popo juga!” seru Italia cuek.
“Terima kasih atas kehadiran Anda!” seru Rusia.
Setelah acara menyanyi selesai, mereka pun langsung pulang ke rumah masing-masing.

Onana

Tokoh :
Blok Poros, Blok Sekutu (termasuk Kanada), Italia Selatan, Spanyol, Portugal, Ukraina, Belarus, trio Baltik, duo Irlandia, Skotlandia, Wales, Sealand.
Saat Blok Sekutu datang, Blok Poros, duo Italia, Spanyol dan Portugal langsung gemetaran dan klepek-klepek saat melihat saudara-saudara Inggris. Mereka adalah daerah autonom yang dianggap sebagai negara. Sampai-sampai, Rusia dan ketiga pembantunya tersinggung saat melihat orang-orang yang belum mereka kenal. Mereka takut karena ada makhluk yang belum pernah mereka lihat, yaitu saudara dari Inggris.
Lalu, Inggris berusaha untuk memperkenalkan mereka satu per satu. Karena mereka (anggota Hetalia) belum kenal, maka Inggris akan menyampaikan penjelasan terlebuh dahulu. Sebelum berkenalan, mereka harus melihat ciri fisik mereka (saudara Inggris), setelah itu nama. Kalau sudah kenal, mereka bisa berteman dengan mereka.
“Selamat sore!” seru Blok Sekutu.
“So…re… ju…ga…” kata Blok Poros dan ketiga teman mereka.
“Kenapa kalian ini?” tanya Amerika dan Prancis.
“Ki…ta… ga…ga…p…” kata keenam pemuda tersebut.
“Kok bisa?” tanya Cina heran.
“Soalnya kita gemeteran.” kata Jerman dan Italia.
“HAH! GEMETERAN!” seru Cina keras.
“Itu gara-gara ada orang yang belum aku kenal!” seru Spanyol.
“Siapa?” tanya Rusia.
“Sodaranya Inggris.” jawab Italia Selatan.
“Oh, aku juga belum kenal!” seru Amerika.
“Iya, nanti kita dikasih tau Inggris siapa mereka.” terang Italia Selatan.
“Ok deh.” kata Amerika cuek.
Setelah itu, mereka berkumpul untuk mendengarkan penjelasan Inggris mengenai saudara-saudaranya. Mereka pun diarahkan untuk mendengarkan agar mereka tahu bagaimana penampilan saudara-saudara Inggris.
“Ayo kita duduk!” seru Rusia.
“Nanti aku kenalin saudara-saudara aku!” seru Inggris.
Penjelasan dimulai
“Teman-teman, kita akan kenalian saudara-saudara aku.”
“Mereka ini adalah negara, tetapi masih satu bagian dari aku.”
“Aku akan jelaskan satu-satu agar kamu semua paham.”
“Ini sepupu aku yang letaknya terpisah dari aku, yaitu Irlandia. Irlandia itu adalah perempuan dan pake bando bunga dan gaun berenda.”
“Dan ini sepupu aku yang letaknya di utara aku, yaitu Skotlandia. Skotlandia itu adalah laki-laki. Dia berambut hitam dan pake seragam militer warna biru tua dan topi dengan warna serupa.”
“Ini sepupu aku yang letaknya bersebelahan dengan aku, yaitu Wales. Wales itu adalah laki-laki. Dia pake seragam militer warna hitam dan topi seperti Skotlandia.”
“Ini dia kembarannya Irlandia, yaitu Irlandia Utara. Dia itu laki-laki dan memakai pakaian gembala ala Inggris. Ia selalu membawa anjing besar berwarna keemasan.”
“Terakhir, ini adik aku, yaitu Sealand. Ia adalah negara kecil yang terletak di Laut Utara. Dia itu laki-laki dan pake seragam pelaut.”
“Kalian tahu kan mereka seperti apa?” tanya Inggris setelah penjelasan.
“TAHU DONK!!!” seru ketiga negara fasis dan trio Baltik.
“Kita semua udah tau sama saudara-saudaranya Inggris.” kata Rusia.
“Kita bisa main sama mereka lho!” seru Cina.
“Iyalah, nanti kita ajak ngobrol mereka.” kata Kanada.
“Baguslah kalo kita punya anggota baru di Hetalia.” kata Cina.
“Ternyata, mereka juga bagian dari Inggris. Jadi kita boleh ajak mereka gabung di Hetalia.” kata Kanada.
“Nanti aku sahin deh mereka buat masuk Hetalia.” kata Jerman.
“Nanti ada anggota baru lagi!” seru Italia.
“Iya. Nanti ada pengesahan masuk Hetalia.” kata Jepang.
“Kalian ngapain sih?” tanya Rusia.”
“Ngomongin pengesahan saudara-saudara Inggris di Hetalia.” kata ketiga negara fasis.
“Wah, seru dong kalo ada yang baru!” seru Amerika.
“Kayaknya sih!” seru Cina cuek.
“Aku malah nggak tau nih.” kata Spanyol cuek.
Sebelum pengesahan, Jerman dan Italia mempersiapkan apa yang harus dilakukan saat pengesahan. Mereka akan mempersiapkan teks pengesahan dan janji-janji yang akan diucapkan oleh anggota baru. Upacara pelantikan anggota baru Hetalia hampir mirip dengan upacara pelantikan bupati, walikota, gubernur, presiden dan Perdana Menteri.
Semuanya was-was saat pengesahan dimulai. Kanada, Ukraina dan trio Baltik merasa takut jika saudara-saudara Inggris tidak masuk Hetalia. Rusia dan Belarus sangat menginginkan saudara-saudara Inggris masuk Hetalia. Blok Sekutu sangat setuju dengan pengesahan saudara-saudara Inggris tersebut untuk menjadi anggota Hetalia. Tentu saja Blok Poros mau memasukkan saudrara-saudara Inggris ke Hetalia, karena mereka dianggap sebagai negara.
Pengesahan dimulai
“Kami sahkan bahwa Wales akan menjadi anggota Hetalia.” kata Jerman.
“Wales, ucapkan janji.” kata Italia.
“Saya berjanji akan menjadi anggota Hetalia secara penuh.” kata Wales.
“Kami sahkan bahwa Skotlandia akan menjadi anggota Hetalia.” kata Jerman.
“Skotlandia, ucapkan janji.” kata Italia.
“Saya berjanji akan menjadi anggota Hetalia secara penuh.” kata Skotlandia.
“Kami sahkan bahwa Irlandia dan Irlandia Utara akan menjadi anggota Hetalia.” kata Jerman.
“Dua Irlandia, ucapkan janji.” kata Italia.
“Kami akan berjanji akan menjadi anggota Hetalia secara penuh.” kata kedua Irlandia.
“Kami sahkan bahwa Sealand akan menjadi anggota Hetalia.” kata Jerman.
“Sealand, ucapkan janji.” kata Italia.
“Saya akan berjanji akan menjadi anggota Hetalia secara penuh.” kata Sealand.
“Selamat, kalian akan menjadi anggota Hetalia.” kata Amerika.
“Terima kasih banyak ya Amerika.” kata saudara-saudara Inggris.
“Sama-sama ya.” kata Amerika ramah.
Setelah pengesahan, Rusia menyarankan agar para anggota, khususnya Blok Poros agar mau mengajak mengobrol dengan anggota baru Hetalia. Selain itu, Rusia juga memberi beberapa saran untuk mendekati saudara-saudara Inggris termasuk pertemanan. Anggota Hetalia didorong agar bisa bersosialisasi dengan saudara-saudara Inggris.
Selain Rusia, Amerika juga menyarankan agar para anggota Hetalia menjaga kesopanan dan tata krama saat berteman dengan saudara-saudara Inggris. Amerika mendorong para anggota agar bisa berteman dengan baik dan berjalan dengan lancar. Menurut Amerika, ketidakcocokan adalah akar dari masakah pertemanan dan berakhir dengan pemutusan tali.
Saat penjelasan oleh Rusia dan Amerika
Penjelasan dari Rusia
“Sekarang anggota Hetalia jumlahnya bertambah lagi.”
“Anggota Hetalia bertambah 5 orang.”
“Yaitu Irlandia, Irlandia Utara, Wales, Skolandia dan Sealand.”
“Setelah ada anggota baru, aku yakin kalian pasti mau berteman dengan mereka.”
“Kamu bisa pilih salah satu anggota dan bisa kamu ajak ngobrol.”
“Kalau kamu mau mengajak ngobrol, pastikan kamu sudah menentukan topiknya.”
‘Misalnya berita yang lagi hangat dibicarakan seperti kematian Osama bin Laden.”
“Kalau mengobrol, kamu harus menatap muka sang lawan bicara.”
“Dan kalau mau berteman, pastikan kamu sering bersama dengannya.”
“Kalau kamu dan sudah menjadi sahabat, kamu pasti senang.”
Giliran Amerika memberi saran
“Kalau berteman, kamu harus mengenal siapa dia.”
“Kalau kamu sudah tahu tentang dia, ajaklah dia untuk menjadi teman.”
“Bertemanlah dengan orang yang sudah kenal, karena dia sudah tahu dengan kamu.”
“Hindarilah berteman dengan orang yang belum kamu kenal, itu berbahaya.”
“Kalau ada orang yang belum kenal, kamu langsung pergi untuk menghindar.”
“Jangan tergiur dengan tawaran yang diberikan oleh orang yang belum kita kenal.”
“Kamu harus sopan di depan teman, walaupun dia seumuran atau lebih muda.”
“Kalau sama yang lebih tua, tentunya kamu harus menghormatinya.”
“Jika kamu berteman dengan lawan jenis, sebaiknya jangan ciuman.”
“Ciuman membuat kamu terkena penyakit. Sebaiknya kamu berpelukan saja.”
“Kalau berpelukan dan bergandengan, kamu jangan terlalu intim.”
“Jika sudah dekat, kamu jangan terlalu mesra dengan dia. Nanti bisa tersinggung.”
“Jika berbicara, tataplah muka temanmu.”
“Jika kamu berbicara, usahakan jangan cablak dan bertele-tele.”
Setelah saran-saran dari Amerika dan Rusia, mereka pun langsung menemui saudara-saudara Inggris. Duo Italia, Spanyol, Portugal dan trio Baltik buru-buru karena ingin bernafsu untuk mengobrol. Sedangkan Jerman dan Jepang terlihat sopan bersama Kanada untuk bertemu saudara-saudara Inggris. Rusia, Ukraina dan Belarus terlihat biasa saja saat ingin bertemu dengan mereka.
“AYO KITA KEJAR!” seru Italia (Utara).
“KEJAAAR!!!” seru Italia Selatan.
“Aku udah nggak sabaran nih!” seru Spanyol.
“Aku juga!” seru Portugal keras.
“Ayo kita serbu!” seru Lithuania dan Latvia sambil berteriak.
“Ayo donk!” seru Estonia cuek.
“Heh, kalian kok teriak-teriak?” tanya Jerman.
“Soalnya kita pengen ketemu.” kata duo Italia.
“Ya abis sih udah nggak sabaran.” kata Spanyol.
“Tadi aku sama Latvia bilang serbu.” kata Lithuania cuek.
“Makanya, kalian jangan begitu ya!” seru Jerman mengingatkan.
“Yah, Italia (Utara) bilang kejar lagi!” kata Jepang sebal.
“Ya udah, sana kalian ke sana dengan tertib!” seru Jerman melembut.
“Kita nggak teriak lagi, kan?” tanya Spanyol.
“Ya!” seru Portugal.
Beberapa saat kemudian
“Kalian akan mengantre untuk berkenalan dengan mereka!” seru Inggris.
“Kalian jangan menyerobot dan berisik ya!” seru Amerika.
“Nanti kalian akan berbaris satu-satu untuk berkenalan.” kata Inggris.
“Dan ajak mereka mengobrol, pendek saja.” kata Amerika.
Setelah itu, mereka berbaris satu-satu (kecuali Amerika dan Inggris). Mereka diberi waktu 5 menit oleh Inggris. Setiap orang harus bisa melakukan selama 5 menit, termasuk 3 negara fasis. Sedangkan, trio Baltik pakai acara marah-marah karena ulah Lithuania yang menyuruh Latvia untuk buru-buru. Semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan sedikit pun. Setelah itu, mereka meninggalkan tempat dan langsung pulang.

Pelajaran Melafalkan Muammar Khadafi

Tokoh :
Utama : Blok Poros, Blok Sekutu, Kanada, Spanyol, Portugal, Italia Selatan, Belanda, Belgia, Swiss.
Opt. : Miss Lily, Tita.
Sore hari, para murid berkumpul di sebuah ruangan. Mereka akan belajar bagaimana melafalkan dan menulis Muammar Khadafidengan baik dan benar. Guru yang akan mengajar mereka adalah Lily, seorang wanita yang bekerja sebagai dosen di sebuah universitas swasta ternama. Ia pergi mengajar anggota Hetalia dengan Tita, putri bungsunya.
“Selamat sore.” sapa Lily.
“Selamat sore Tante!” sapa semuanya.
“Kita akan belajar melafalkan dan menuliskan Muammar Khadafi dengan baik dan benar agar kita tidak ditipu saat membaca berita.” terang Lily.
“Oh, begitu ya.” kata Jerman dan Italia.
“Yey! Kita belajar bilang Muammar Khadafi!” seru Amerika dan Kanada.
“Bilang nama Arab…” kata Rusia enteng.
“Woooo, Khadafi.” kata Spanyol dan Portugal.
“Pasti nama diktator!” seru Inggris sebal.
“Woi, ada anak baru di belakang kita!” seru Italia Utara di depan Jerman dan Jepang.
“Nama mereka siapa ya?” tanya Jepang.
“Kita kenalan dulu ya.” kata Jerman melembut.
“Nama kamu siapa?” tanya Jepang.
“Aku Belanda.” kata pemuda berambut jabrik dan pirang.
“Aku Belgia.” kata gadis yang juga adik dari pemuda tersebut.
“Aku Swiss.” kata pemuda pirang dengan topi putih.
“Ternyata ada anak baru gan!” kata Inggris dengan bahasa Kaskus.
“Iya, aku tau kok!” kata Prancis enteng.
Setelah mereka berkenalan dengan ketiga tokoh baru, barulah pelajaran dimulai. Pelajaran dimulai dengan mengucapkan dahulu lalu cara penulisannya. Menurut author, nama orang Arab memiliki ragam ucapan karena kurangnya standarisasi untuk terjemahan bahasa Arab dan banyak kekeliruan dalam pengejaan. Di Indonesia, Muammar Khadafy biasa ditulis ‘Muammar Khadafi’ atau Ghadafi atau Qadafi. Di luar negeri, ada puluhan macam ejaan Muammar Khadafi, ada kantor berita yang memiliki 112 macam ejaan!
“Sekarang pelajaran dimulai!” seru Lily.
“Sekarang, kita akan belajar mengucapkan Muammar Khadafi dengan baik dan benar.” kata Lily.
“Siapa yang berani ke depan untuk memberikan contoh ucapannya?” tanya Lily.
“SAYA! SAYA ADALAH PAHLAWAN!” seru Amerika keras.
“Nah, kita akan belajar gimana ngucapin Muammar Khadafi.” kata Amerika.
“Pertama, nama depan bisa Muammar atau Moammar. Lalu, nama belakang bisa Khadafi, Ghadafi atau Qadafi, terserah kita. Tapi, menurut saya, lebih pas Moammar Khadafy, karena sesuai dengan logat Amerika.” papar Amerika.
“Bagus. Sekarang giliran yang lain.” kata Lily tegas.
“Saya ya!” seru Swiss.
“Kalo mau ngucapin nama pemimpin dari Libya ini, kita memiliki cukup banyak pilihan, seperti Moammar Gaddafi, Moammar Khadafy dan sebagainya.” papar Swiss.
“Sudah, sekarang giliran Inggris.” kata Lily.
“Kita boleh pake ragam ejaan nama Muammar Gaddafi. Kita bisa pake Moammar Khadafi, Muammar al-Ghadafi dan terserah kamu lah.” papar Inggris.
“Yang mau maju siapa?” tanya Lily.
“Saya sama Italia Utara.” kata Jerman.
“Selama ini, kita sering melafalkannya dengan kata Moammar Khadafi, karena lebih disukai orang Eropa terutama Jerman.” papar Jerman.
“Kita telah mengenal puluhan macam ejaan Muammar Khadafi. Berarti satu nama, puluhan ejaan.” kata Italia Utara.
“Coba yang lain!” seru Lily tegas.
“Saya akan bilang Moammar Qaddafi.” kata Belanda
“Bilang apa? Ya Muammar Ghadafy.” kata Belgia.
“Nah, sebagian dari kalian sudah bisa melafalkan dengan benar, tetapi huruf awal dari nama belakang berbeda. Ada yang k, ada yang g dan ada yang q.” terang Lily.
“Oh, jadinya ragam nama belakangnya disingkat KGQ.” kata Spanyol di depan dua Italia.
“Oki doki! Kita udah bisa bilang Moammar Khadafy.” kata Jerman agak cuek.
“Yey! Kita pasti bisa!” seru Prancis diikuti oleh Inggris.
“Nah, sekarang kita akan melihat diagram penulisan Muammar Khadafi.” kata Lily.
“Saya akan bawa karton (flashcard) dengan diagram.” kata Lily lagi.
Diagram akan ditampilkan berikut ini :

“Saya akan mempresentasikan bagaimana cara menulis Muammar Khadafi dengan cara yang berbeda.” kata Lily.
“Pertama, dalam tulisan berwarna hijau, kita akan melihat cara menulis nama depan.” terang Lily.
“Paling kiri, ada huruf M, lalu diikuti oleh huruf u, a dan o, lalu tanda kutip, lalu huruf a diikuti oleh huruf m dan m dobel, lalu huruf a dan e diikuti huruf r.” terang Lily di depang anggota Hetalia.
“Kedua, dalam tulisan berwarna biru, kita akan melihat cara menulis gelar Arab.” terang Lily.
“Di tengah, ada al, el, Al, El atau anulir lalu diikuti oleh garis (-) atau anulir.” terang Lily.
“Terakhir, di bagian kanan yang berwarna ungu, kita akan melihat cara menulis nama keluarga dengan cara yang berbeda.” terang Lily.
“Di kiri, kalian bisa melihat ada huruf Q, G, K, Kh dan Gh, lalu huruf a, e dan u, lalu huruf d, dh, dd, ddh, dhdh, dth, th dan zz, lalu huruf a diikuti oleh huruf f dan f dobel dan huruf i dan y.” terang Lily.
“Siapa yang mau menulis di papan tulis (whiteboard)?” tanya Lily.
“Saya saya!” teriak Amerika, Inggris, Jerman, Italia Utara, Spanyol, Portugal, Belanda dan Swiss.”
“Bergiliran ya!” seru Lily tegas.
“Kakak mau nulis ya?” tanya Tita.
“Iya, ada spidolnya nggak?” kata Italia Utara.
“Ada. Warna hitam ada 3 biji. Ambil.” kata Tita.
“Ini, buat saya, Jerman, Spanyol dan Portugal.” kata Italia.
“Minta donk buat saya, Kanada dan Inggris.” kata Amerika.
“Saya donk sama Belanda dan Belgia.” kata Swiss.
“Ada yang lain nggak?” tanya Rusia kepada Tita.
“Ada, warna biru dan merah, masing-masing 1 biji. kata Tita.
“Merah buat saya dan Cina. Biru buat Jepang dan Italia Selatan.” kata Rusia.
“Ya udah.” kata Tita cuek.
“Nah, kalian buat kelompok.” kata Lily.
“Muridnya ada berapa, Ma?” tanya Tita heran.
“Ada 15 orang Nak. Emangnya kenapa?” tanya Lily.
“Pengen tau aja.” kata Tita.
“Tita, kamu sana keluar, jangan ganggu kakak-kakak ya.” kata Lily.
“Sekarang saya akan undi nama kelompok dan anggotanya.” tegas Lily.
Beberapa saat kemudian,
“Kelompok 1, Inggris, Amerika dan Kanada.”
“Kelompok 2, Jerman, Italia Utara dan Jepang.”
“Kelompok 3, Spanyol, Italia Selatan dan Portugal.”
“Kelompok 4, Prancis, Rusia dan Cina.”
“Kelompok 5, Belanda, Belgia dan Swiss.”
“Kalian tulis ragam penulisan di kertas yang sudah saya bagikan!” seru Lily.
Mereka pun menulis di kertas yang sudah dibagikan oleh Miss Lily dan menulis bareng-bareng. Setiap orang memiliki giliran menulis beberapa ragam. Mereka sangat kompak bekerja kelompok. Hal ini harus kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka memiliki tugas sama rata dan adil. Mereka telah menulis puluhan kata selama sekitar 20 menit.
Kemudian Lily menghampiri mereka
“Kelompok 1!”
Kelompok 1
-Inggris
-Amerika
-Kanada
(1) Muammar Qaddafi,
(2) Mo’ammar Gadhafi,
(3) Muammar Kaddafi,
(4) Muammar Qadhafi,
(5) Moammar El Kadhafi,
(6) Muammar Gadafi,
(7) Mu’ammar al-Qadafi,
(8) Moamer El Kazzafi,
(9) Moamar al-Gaddafi,
(10) Mu’ammar Al Qathafi,
(11) Muammar Al Qathafi,
(12) Mo’ammar el-Gadhafi,
(13) Moamar El Kadhafi,
(14) Muammar al-Qadhafi,
(15) Mu’ammar al-Qadhdhafi,
(16) Mu’ammar Qadafi,
(17) Moamar Gaddafi,
(18) Mu’ammar Qadhdhafi,
(19) Muammar Khaddafi,
(20) Muammar al-Khaddafi,
(21) Mu’amar al-Kadafi,
(22) Muammar Ghaddafy,
(23) Muammar Ghadafi,
(24) Muammar Ghaddafi,
(25) Muamar Kaddafi,
(26) Muammar Quathafi,
(27) Muammar Gheddafi,
(28) Muamar Al-Kaddafi,
(29) Moammar Khadafy,
(30) Moammar Qudhafi,
(31) Mu’ammar al-Qaddafi,
(32) Mulazim Awwal Mu’ammar Muhammad Abu Minyar al-Qadhafi.
Sumber : Cecil Adams
“Kelompok 2!”
“Sama juga dengan Kelompok 1” kata Belanda.
“Kelompok 3, mana hasil kerja kalian?” kata Lily.
“Kita mana ya?” kata Portugal.
“Ini, terselip di majalah Otosport halaman 13.” kata Spanyol.
“Serahkan ke saya.” kata Lily.
Kelompok 3
-Spanyol
-Italia Selatan
-Portugal
• Qaddafi, Muammar
• Al-Gathafi, Muammar
• al-Qadhafi, Muammar
• Al Qathafi, Mu’ammar
• Al Qathafi, Muammar
• El Gaddafi, Moamar
• El Kadhafi, Moammar
• El Kazzafi, Moamer
• El Qathafi, Mu’Ammar
• Gadafi, Muammar
• Gaddafi, Moamar
• Gadhafi, Mo’ammar
• Gathafi, Muammar
• Ghadafi, Muammar
• Ghaddafi, Muammar
• Ghaddafy, Muammar
• Gheddafi, Muammar
• Gheddafi, Muhammar
• Kadaffi, Momar
• Kad’afi, Mu`amar al- 20
• Kaddafi, Muamar
• Kaddafi, Muammar
• Kadhafi, Moammar
• Kadhafi, Mouammar
• Kazzafi, Moammar
• Khadafy, Moammar
• Khaddafi, Muammar
• Moamar al-Gaddafi
• Moamar el Gaddafi
• Moamar El Kadhafi
• Moamar Gaddafi
• Moamer El Kazzafi
• Mo’ammar el-Gadhafi
• Moammar El Kadhafi
• Mo’ammar Gadhafi
• Moammar Kadhafi
• Moammar Khadafy
• Moammar Qudhafi
• Mu`amar al-Kad’afi
• Mu’amar al-Kadafi
• Muamar Al-Kaddafi
• Muamar Kaddafi
• Muamer Gadafi
• Muammar Al-Gathafi
• Muammar al-Khaddafi
• Mu’ammar al-Qadafi
• Mu’ammar al-Qaddafi
• Muammar al-Qadhafi
• Mu’ammar al-Qadhdhafi
• Mu`ammar al-Qadhdhāfī 50
• Mu’ammar Al Qathafi
• Muammar Al Qathafi
• Muammar Gadafi
• Muammar Gaddafi
• Muammar Ghadafi
• Muammar Ghaddafi
• Muammar Ghaddafy
• Muammar Gheddafi
• Muammar Kaddafi
• Muammar Khaddafi
• Mu’ammar Qadafi
• Muammar Qaddafi
• Muammar Qadhafi
• Mu’ammar Qadhdhafi
• Muammar Quathafi
• Mulazim Awwal Mu’ammar Muhammad Abu Minyar al-Qadhafi
• Qadafi, Mu’ammar
• Qadhafi, Muammar
• Qadhdhāfī, Mu`ammar
• Qathafi, Mu’Ammar el 70
• Quathafi, Muammar
• Qudhafi, Moammar
• Moamar AI Kadafi
• Maummar Gaddafi
• Moamar Gadhafi
• Moamer Gaddafi
• Moamer Kadhafi
• Moamma Gaddafi
• Moammar Gaddafi
• Moammar Gadhafi
• Moammar Ghadafi
• Moammar Khadaffy
• Moammar Khaddafi
• Moammar el Gadhafi
• Moammer Gaddafi
• Mouammer al Gaddafi
• Muamar Gaddafi
• Muammar Al Ghaddafi
• Muammar Al Qaddafi
• Muammar Al Qaddafi
• Muammar El Qaddafi
• Muammar Gadaffi
• Muammar Gadafy
• Muammar Gaddhafi
• Muammar Gadhafi
• Muammar Ghadaffi
• Muammar Qadthafi
• Muammar al Gaddafi
• Muammar el Gaddafy
• Muammar el Gaddafi
• Muammar el Qaddafi
• Muammer Gadaffi
• Muammer Gaddafi
• Mummar Gaddafi
• Omar Al Qathafi
• Omar Mouammer Al Gaddafi
• Omar Muammar Al Ghaddafi
• Omar Muammar Al Qaddafi
• Omar Muammar Al Qathafi
• Omar Muammar Gaddafi
• Omar Muammar Ghaddafi
• Omar al Ghaddafi
Sumber : ABC News
“Wah, panjang sekali punya kalian!” seru Lily.
“Iya, soalnya saya kepintaran.” kata Spanyol.
“Hah! Serius?” kata Prancis.
“Ya.” jawab Spanyol cuek.
“Kelompok 4!” seru Lily keras.
“Ini.” kata Rusia enteng.
Kelompok 4
-Prancis
-Cina
-Rusia
1) Muammar Qaddafi
2) Mo’ammar Gadhafi
3) Muammar Kaddafi
4) Muammar Qadhafi
5) Moammar El Kadhafi
6) Muammar Gadafi
7) Mu’ammar al-Qadafi
8) Moamer El Kazzafi
9) Moamar al-Gaddafi
10) Mu’ammar Al Qathafi
11) Muammar Al Qathafi
12) Mo’ammar el-Gadhafi
13) Moamar El Kadhafi
14) Muammar al-Qadhafi
15) Mu’ammar al-Qadhdhafi
16) Mu’ammar Qadafi
17) Moamar Gaddafi
18) Mu’ammar Qadhdhafi
19) Muammar Khaddafi
20) Muammar al-Khaddafi
21) Mu’amar al-Kadafi
22) Muammar Ghaddafy
23) Muammar Ghadafi
24) Muammar Ghaddafi
25) Muamar Kaddafi
26) Muammar Quathafi
27) Mohammer Q’udafi
28) Muammar Gheddafi
29) Muamar Al-Kaddafi
30) Moammar Khadafy
31) Moammar Qudhafi
32) Mu’ammar al-Qaddafi
33) Inter’l Herald Tribune
Muammar el-Qaddafi
34) The Guardian
Muammar Gadafy
35) The Times & the BBC
Muammar Gaddafi
36) The Evening Standard
Muammar Gadaffy
37) and finally the Libyan Embassy spelling
Muamar Qadaffi
Sumber : London Evening Standard.
“Cukup banyak ragamnya.” kata Lily.
“Kelompok 5!” seru Lily.
“Mana ya?” tanya Belgia.
“Di sini rupanya!” seru Belanda.
“Cepetan, kumpulin ke Lily.” tegas swiss.
“Serahkan ke saya!” seru Lily.
Kelompok 5
-Belanda
-Belgia
-Swiss
• Muammar Khadafi
• Muammar Ghadafi
• Muammar Qadafi
• Moammar Khadaffi
• Moammar Khadaffy
• Moammar Khadafy
• Muammar El Khadafy
• Muammar Al Ghaddafi
• Muammar Al Khadaffi

“Wah, kalian sedikit sekali dan tanpa sumber!” seru Lily.

“Iya, soalnya saya bingung.” kata Swiss.

“Terima kasih!” seru semuanya.

“Sama-sama.” kata Lily.

Dance Revolution ala Hetalia

Tokoh :

Blok Poros, Spanyol, Portugal, Italia Selatan, Rusia, Ukraina, Belarusia dan Trio Baltik.

Pagi menjelang siang. Jam sudah menunjukkan pukul 11 pas. Para negara fasis berencana untuk datang ke rumah Rusia bersama Spanyol, Portugal dan Italia Selatan. Mereka akan bermain Dance Revolution bareng Rusia dan saudari-saudarinya. Tidak hanya itu, tetapi juga bawahan Rusia, trio Baltik yang terdiri atas Estonia, Latvia dan Lithuania. Mereka adalah pembantu Rusia yang biasa memasak, membuat minuman dan sebagainya. Tetapi mereka memiliki waktu untuk santai dan bersenang-senang.

“Ding dong.” bunyi bel yang dibunyikan oleh Italia.

“Selamat siang.” kata keenam pemuda tersebut.

“Siang juga.” sapa Rusia.

“Silakan masuk.” kata Rusia sopan.

Kemudian mereka melihat ada dua orang gadis yang berbeda. Yang satu berambut pendek dengan bando dan mengenakan celana panjang dan satu lagi berambut panjang dan memakai gaun ala French maid. Mereka juga melihat tiga pemuda yang juga berbeda. Yang satu berambut coklat dan gondrong, satunya lagi berkacamata dan memiliki poni, dan mereka menemukan yang bertubuh pendek dan berambut pirang.

Lalu mereka berkenalan dan ingin berteman dengan mereka.

“Nanti ada anggota baru lho.” kata Italia.

“Iya. Kita kenalan yuk!” seru Jerman.

“Hey, cewek. Nama kalian siapa?” tanya Italia.

“Nama saya Ukraina. Nama saya Ekaterina.” kata Ukraina.

“Nama saya Belarusia. Nama saya Natalia.” kata Belarusia.

“Kita semua udah kenal sama saudari-saudari Rusia.” kata Jerman.

“Nanti kita sama siapa?” tanya Jepang.

“Sama bawahannya Rusia.” kata Jerman enteng.

“Hey, cowok. Nama kalian siapa?” tanya Jepang.

“Nama saya Estonia. Nama saya Eduard.” kata Estonia.

“Nama saya Latvia. Nama saya Raivis.” kata Latvia.

“Nama saya Lithuania. Nama saya Toris.” kata Lithuania.

“Yes, kita punya teman baru!” seru Jepang, Spanyol, Portugal dan Italia Selatan.

“Kamu tau siapa mereka?” tanya Jerman.

“Tiga negara Baltik.” jawab Italia.

“Kamu bener.” kata Jerman.

“Siapa sih mereka?” tanya Spanyol dan Portugal.

“Pembantunya Rusia.” jawab Jerman.

“Oh, mereka juga teman?” tanya Italia.

“Ya iyalah, masa ya iya dong.” celetuk Jepang.

“Hahahahahaha…” tawa Spanyol dan Portugal.

“Nanti kita panggil Rusia Om ya!” seru Italia.

“Iya, kita berjanji panggil Om!” seru yang lainnya.

“Kenapa kita panggil Rusia Om?” tanya Spanyol dan Italia Selatan.

“Karena dia lebih tua dari kita!” seru Italia.

“Wah, aku dapet SMS!” seru Jerman.

“Dari siapa?” tanya Italia lembut.

“Dari Swiss.” jawab Jerman.

Pesan Singkat

Dikirim pukul 10.57

Dari        : Vash Zwingli

Ke           : Ludwig Germany

Km lg dmn? Pergi apa di rmh?

 

“Pasti Swiss nanyain kamu lagi di mana!” seru Italia.

“Iya, soalnya dia khawatir sama aku!” seru Jerman.

“Siapa sih Swiss?” tanya Italia Selatan.

“Bukannya teman baru kita?” tanya Italia.

“Iya. Masak kamu nggak tau dia sih!” seru Italia Selatan.

“Oh, aku baru sadar dia itu Swiss.” kata Italia.

“Ngapain sih kalian ini?” tanya Lithuania.

“Ngomomngin Swiss.” jawab Italia Selatan.

“Oh, aku nggak tau siapa.” kata Lithuania.

“Nanti aku kenalin ya.” kata Italia Selatan.

“Ya udah!” kata Lithuania cuek sambil meninggalkan Italia Selatan.

“Kamu tau Swiss itu kayak gimana?” tanya Spanyol.

“Rambutnya gondrong dan pirang.” jawab Italia Selatan.

“Trus dia pake topi putih.” kata Portugal.

“Dia pake baju warrna apa?” tanya Spanyol lagi.

“Baju militer warna hijau.” jawab Italia Selatan.

“Apa warna mata Swiss?” tanya Spanyol.

“Hijau.” jawab Portugal singkat tapi jelas.

“Dia tinggi nggak?” tanya Italia.

“Dia mah pendek!” seru Spanyol.

“Kasian ya badannya pendek.” kata Italia Selatan.

“Dia suka bawa apa?” tanya Italia.

“Pistol dan senapan.” jawab Portugal.

“Nah, sekarang kita mulai ya narinya.” kata Rusia.

Sebelum menari, Ukraina dan Belarusia menyiapkan lampu disko dan aksesoris. Aksesoris yang ada meliputi topi kerucut warna-warni plus rumbai-rumbai dengan warna serupa dan feather boa (selendang dari bulu burung) warna-warni. Aksesoris tersebut akan dipakai oleh seluruh penari Dance Revolution versi Hetalia.

Yang mendapat giliran menari segera memakai topi dan selendang. Penonton pun juga memakainya karena atribut tersebut dipercaya dapat meningkatkan citra seseorang menurut Ukraina. Lagu dance pun akan mewarnai pertandingan tari modern di rumah Rusia. Beberapa tetangga terasa terganggu dengan suara musik yang dinyalakan oleh anggota Hetalia.

Mereka pun berdansa dengan ritme cepat sesuai dengan musik yang ada. Setiap lagu dimainkan oleh 2 orang. Ada juga lagu yang dimainkan oleh 1 orang. Mereka pun sangat antusias dengan tarian modern dan ada unsur apresiasi di dalamnya.

Alunan musik house bergema…

“Jerman dan Jepang!” seru Belarusia.

“Ayo temanku, semangat ya!” seru Italia.

Jerman dan Jepang memakai topi dan selendang warna-warni dengan nuansa merah dan biru.

“JERMAN! JERMAN!” teriak Spanyol dan Portugal.

“Ayo berjuang!” seru Rusia.

“Giliran Spanyol dan Portugal!” seru Belarusia.

Spanyol                : topi dan selendang merah

Portugal               : topi dan selendang hijau

“Teman baikku, ayo!” seru Italia Selatan.

“Kamu pasti bisa menang!” seru Jepang.

“Giliran Latvia dan Estonia!” seru Belarus tegas.

“Ayo donk si cengeng!” seru Ukraina.

C’mon my Lutheran friends!” seru Lithuania.

“YEEEEEEEEEEEEEEEEEEEY!” seru 3 negara fasis.

Latvia                    : topi dan selendang merah

Estonia                                 : topi dan selendang biru

“Cengeng, ayo!” seru Spanyol.

“Culun, ayo!” seru Italia Selatan.

“Kalian bisa kan?” tanya Ukraina cuek.

“Hey! Kalian jangan berisik!” seru Rusia tegas.

“Aku kok nggak kebagian?” tanya Italia.

“Soalnya kamu nggak tau.” jawab Portugal cuek.

“Sekarang Lithuania dan Belarusia.” kata Rusia.

“Cowo gondrong, tunjukkin dong bakatmu!” seru Spanyol.

“Ayo, the best couple ever!” seru Italia.

Musik rock sedang mengiringi tarian kedua negara bekas Uni Soviet tersebut.

Lithuania              : topi dan selendang hijau

Belarus                                 : topi dan selendang ungu

“WIII!!!” seru 3 negara fasis.

“Yeee…” seru Spanyol dan Italia Selatan.

“Yang semangat donk!” seru Jerman.

“Aaaahhh OK, bilang saja OK!” seru kedua Italia.

“Gondronk…” seru Spanyol dan Portugal.

“Jangan ngata-ngatain ah!” seru Rusia.

“Maaf Om, tadi saya tak sengaja bareng Portugal.” kata Spanyol.

“Yah, aku bilang gondrong…” kata Portugal sebal.

“Ya udah. Lain kali jangan ngata-ngatain gondrong lagi ya.” kata Rusia halus tapi tegas.

“Kenapa sih doi dibilang gondrong?” tanya Latvia heran.

“Emang dari sononya rambut si doi panjang!” seru Estonia.

“Mending gundulin aja kepalanya LITHUANIA!” seru Latvia tegas.

“Jangan gitu dong, Latvi! Nanti dia bisa tersinggung.” kata Estonia.

“Kok malah ngobrol sih?” tanya Ukraina.

“Aku lagi ngomongin rambut Lithuania yang panjang.” kata Latvia.

“Oh, aku tahu kalo dia itu gondrong.” kata Ukraina.

“Iya. Aku liat rambutnya gondrong.” kata Latvia lembut.

“Kenapa kamu pengen ngebotakin dia?” tanya Ukraina lagi.

“Soalnya aku sebel ama rambut gondrongnya.” kata Latvia.

“Sebaiknya kamu jangan mengancam.” kata Ukraina halus.

“Emangnya kenapa?” tanya Latvia heran.

“Karena mengancam itu berbahaya.” jawab Ukraina.

Akhirnya, permainan pun selesai karena ada yang mengata-ngatai Lithuania dengan kata ‘gondrong’ karena rambutnya yang panjangnya di bawah kerah. Mereka pun kesal dengan ejekan Spanyol dan Portugal mengenai rambut Lithuania yang gondrong. Bahkan Latvia sampai mengancam akan menggunduli kepala Lithuania karena kesal dengan rambut gondrong. Sampai-sampai Rusia kesal karena ada yang mengata-ngatai bawahannya yang berambut panjang itu.

Buku Harian Italia

Sabtu, 23 April 2011

Aku ikut bermain Dance Revolution bareng Jerman, Jepang, Spanyol, Portugal, Latvia, Estonia, Lithuania, Belarus dan Ukraina. Aku terus-terusan menyoraki mereka agar bisa mendapat poin yang besar. Mereka pun berjuang mati-matian untuk mendapat poin tinggi. Aku pun resah karena tidak dipanggil, akhirnya aku menari sendirian setelah Jerman dan Jepang. Saat Lithuania menari bareng Belarusia, dia dikata-katai ‘gondrong’ karena rambutnya yang melewati batas kerah. Akhirnya aku kesal dengan yang lainnya karena ejekan terhadap rambut gondrong Lithuania. Latvia dan Estonia juga diejek, tetapi tak separah Lithuania. Bahkan, Latvia pernah mengancam akan menggunduli kepala Lithuania sampai habis. Wah, betapa sebalnya aku dengan rambut gondrong Lithuania!

Sabtu, 30 April 2011

Aku tiba-tiba sakit. Entah mengapa aku bisa sakit. Padahal, kemarin aku sehat-sehat saja. Kata Jepang, aku ini stres, sehingga aku jatuh sakit. Penyebabnya mungkin karena ejekan terhadap rambut gondrong Lithuania. Itulah terkaan Jepang. Tetapi, Jerman masih mencari-cari penyebab penyakit yang ada di tubuhku. Akupun tidak kuat berjalan karena aku lemas sekali. Akhirnya, Jepang sigap menghadapi keadaanku yang semakin parah dengan membopongku ke mobil untuk menuju klinik. Di klinik, aku naik kursi roda karena aku sudah tidak bisa berjalan. Setelah diperiksa, ternyata aku pusing, demam dan nyeri! Suhu tubuhku mencapai 40 derajat Celsius! Betapa mirisnya keadaan aku. Aku pun harus beristirahat selama 3 hari dan Jerman selalu setia menemaniku saat makan dan minum obat. Mulia sekali hati Jerman.

Minggu, 1 Mei 2011

Hari ini adalah, May Day atau Hari Buruh Sedunia. Sayangnya, aku tidak bisa merayakannya karena aku sakit dan aku harus beristirahat banyak. Namun, Jerman dan Jepang masih rutin mengucapkan selamat setiap kali ada perayaan. Aku tidak kemana-mana karena aku sakit dan Jerman menunggui aku seharian. Jepang pergi bersama Cina jalan-jalan ke taman untuk merayakan May Day. Jerman menunggu aku dan menonton TV. Ia juga membaca koran dan majalah bola dan otomotif. Suhu tubuhku mencapai 40 derajat Celsius. Aku makin pusing dan ingin mati. Setelah, makan sup krim ayam, aku sudah semakin membaik walaupun harus tidur. Aku dibesuk oleh Spanyol, Portugal, Rusia dan Trio Baltik.

Senin, 2 Mei 2011

Kondisiku sudah cukup baik, tetapi aku belum mau beranjak dari tempat tidur. Aku sudah bisa duduk dengan tegak, tetapi aku masih suka pusing jika berdiri. Aku sudah bisa makan makanan biasa, tetapi harus dikunyah perlahan-lahan. Aku juga sudah bisa makan sendiri, minum obat juga dilakukan sendiri. Jadi, aku sudah menampakkan kemajuan yang signifikan.  Aku juga dibesuk oleh Blok Sekutu dan 5 negara pecahan Soviet yang berdekatan dengan Rusia. Mereka memberi aku dukungan agar aku cepat sembuh dan aku pun senang dengan kehadiran mereka.

~THE END~

Italia Sakit Keras

Tokoh :

KHUSUS BLOK POROS + SPANYOL (OTP)

Seminggu setelah kejadian rambut Lithuania yang gondrong, Italia tiba-tiba sakit. Jerman tidak tahu kenapa dan Jepang juga tidak tahu bagaimana Italia bisa sakit. Padahal, kemarin-kemarin Italia sehat-sehat saja, dia masih bisa bekerja dan bersenang-senang dan sebagainya.

Selama ini, menurut Jerman, Italia tidak pernah sekalipun sakit, sekalipun flu dan diare. Dia (Italia) merasa sehat dan bugar selama hidupnya sejak lahir. Dia belum pernah dirawat inap sepanjang hidupnya. Jerman pun menerka-nerka apa penyebab penyakit yang diderita Italia. Jepang juga was-was dengan keadaan Italia.

“Italia, kamu kenapa?” tanya Jerman.

“A…a…ku… sa…kit…” jawab Italia terbata-bata.

“Kamu sakit apa?” tanya Jepang.

“Le…mes… sa…ma… ge…me…te…ran…” jawab Italia lagi.

“Yah, Italia sakit! Padahal kemarin dia masih sehat lho!” seru Jepang.

“Kok bisa dia sakit?” tanya Jerman heran.

“Lha, aku kan nggak tau!” seru Jepang di depan Jerman.

“Kenapa dia ngomongnya terbata-bata?” tanya Jepang.

“Karena dia lemes.” jawab Jerman enteng.

“Penyebab dia sakit mungkin karena mendengar ejekan Spanyol dan Portugal tentang rambut gondrong Lithuania.” kata Jepang seperti dokter.

“Hah! Ejekan?” tanya Jerman.

“Iya. Gara-gara rambut Lithuania, trus dia stres abis itu Italia jatuh sakit.” kata Jepang tegas.

“Emangnya gitu?” tanya Jerman heran.

“Bisa jadi gara-gara itu.” jawab Jepang.

“Oh, nanti kita bawa dia ke dokter!” seru Jerman.

“Iya deh. Nanti aku cariin dokter yang deket.” kata Jepang.

“Aku mau telpon Spanyol ya!” seru Jerman sebelum mengambil HP untuk menelpon.

OTP GermanyXSpain

“Halo. Bisa bicara dengan Spanyol?” tanya Jerman membuka pembicaraan.

“Ini saya, Spanyol.” kata Spanyol sopan.

“Tadi Italia sakit. Nggak tau kenapa.” kata Jerman.

“Yah, kamu!” kata Spanyol.

“Tadi dia lemes trus gemeteran.” kata Jerman.

“Oh, aku baru tau.” kata Spanyol.

“Tadi dia sakitnya mendadak, aku nggak nyangka kalo dia sakit kayak begini.” kata Jerman tegas.

“Wah, dia bisa juga sakit berat gitu!” seru Spanyol.

“Makanya aku dan Jepang khawatir sama keadaan Italia.” kata Jerman.

“Dia sakit pasti karena stres.” kata Spanyol.

“Iya katanya Jepang.” jawab Jerman.

“Aku malah nggak tau penyebabnya!” seru Spanyol.

“Kamu pernah sakit nggak?” tanya Jerman.

“Pernah, pusing gara-gara dikerjain sama Inggris.” kata Spanyol.

“Kamu sakitnya ringan apa parah?” tanya Jerman lagi.

“Sakitnya ringan, nggak parah banget.” tegas Spanyol.

“Oh, kamu juga pernah sakit.” kata Jerman.

“Iya. Setelah 2 hari aku sembuh.” kata Spanyol.

“Cepet juga penyembuhannya.” kata Jerman.

“Iya. Aku cuma minum obat aspirin trus sembuh.” terang Spanyol.

“Oh, pantesan kamu bisa cepet sembuh.” kata Jerman lagi.

“Nanti dia ke dokter nggak?” tanya Spanyol.

“Iya kali.” kata Jerman.

“Makasih ya!” kata Spanyol.

“Sama-sama ya!” kata Jerman.

Kemudian Jepang menyari-nyari direktori klinik dan rumah sakit di tempat majalah. Ia pun mencari-cari mana sajakah klinik yang terdekat. Ia ingin Italia diobati dengan segera, karena ia ingin Italia cepat sembuh dan bisa  berkumpul lagi. Kemudian, ia dan Jerman bergegas membawa Italia ke klinik dengan menggunakan mobil milik Blok Poros.

“Jepang, ayo bawa Italia ke klinik!” kata Jerman.

“Iya, aku bawain dia, soalnya dia jalannya ngesot.” kata Jepang.

“Ya udah, kita naik ke mobil!” seru Jerman.

Kemudian mereka naik mobil dan Jerman menyetir dengan buru-buru ke klinik terdekat. Jerman memacu mobilnya dengan cepat karena kondisi Italia sudah semakin parah dan harus dibawa dengan kecepatan tinggi. Tiba di klinik, Jepang pun memanggil pembawa kursi roda untuk Italia karena dia sudah tidak kuat berjalan. Jerman dan Jepang pun panik dengan keadaan Italia yang semakin memburuk.

“Panggil pembawa kursi roda, Jepang!” seru Jerman.

“Ya! Saya lakukan segera!” kata Jepang.

“Kursi roda udah dateng, kamu duduk di kursi roda, ya!” kata Jepang melembut.

“Ya… Je…pang…” kata Italia lirih.

“Siapa yang mau dorong kursi roda?” tanya Jerman.

“Kan udah ada yang dorongin.” kata Jepang cuek.

Mereka pun mendaftar dan segera ke dokter umum yang berada di sebelah kanan. Jerman dan Jepang makin panik saja ketika keadaan Italia makin parah. Mereka menuju ruangan dokter umum di ruang no. 7 setelah Italia dibawa dengan kursi roda. Nama dokter menggunakan inisial karena author tidak mau nama asli yang lengkap diberitahu. Dokter tersebut berinisial IS dan berjenis kelamin wanita. Ia berambut panjang lurus dan berwarna kemerahan. Nomor urut Italia adalah 35. Nama manusia Italia adalah Feliciano Vargas.

“Aku mau daftar dulu ya!” seru Jerman di depan Jepang.

“Iya. Aku nunggu di apotik ya!” seru Jepang.

“Nah, sekarang Jerman mendaftar. Aku akan menunggu sampai dia selesai.” sahut Jepang.

Beberapa menit kemudian

“Italia nomor urutnya 35.” tegas Jerman.

“Sekarang masih nomor 32.” kata Jepang.

“Kita tunggu aja.” kata Jerman.

“Bentar lagi nomor 33.” kata Jepang.

Menit demi menit mereka menunggu sampai nama manusia Italia, Feliciano Vargas, dipanggil. Mereka menonton acara musik di TV ruang tunggu. Acara tersebut merupakan acara favorit Jepang.

Beberapa menit kemudian

“Nomor 35, Feliciano Vargas.” kata pendata pasien klinik.

“Aku masuk sama Italia ya!” kata Jerman.

“Iya, nanti aku nunggu di depot sushi di deket kafe.” kata Jepang.

“Aku masuk ya!” kata Jerman di depan Jepang.

Saat masuk ke ruang periksa, Jerman mendorong kursi roda Italia dan duduk di kursi di depan dokter. Ia pun berkonsultasi seputar penyakit yang diderita Italia. Ia berbicara dengan dokter lalu dokter memeriksa Italia dengan teliti.

“Anda mau cerita apa?” tanya dokter.

“Hari ini teman saya sakit gara-gara stres. Pemicunya adalah rambut pembantunya Rusia yang gondrong.” kata Jerman.

“Oh, penyakit teman Anda akan saya selidiki.” kata dokter.

“Dia sakit secara mendadak, padahal kemarin dia masih segar bugar.” tambah Jerman.

“Wah, kedengarannya mengoyak hati saya! Penyakit yang teman Anda derita datangnya secara mendadak!” seru dokter tegas.

“Jadi, apa penyakit teman saya ini?” tanya Jerman.

“Penyakit teman Anda adalah sakit kepala dan nyeri otot dan juga demam.” jelas dokter tersebut.

“Hmmm, saya tahu kalau dia lemas.” kata Jerman.

“Ya, itulah salah satu dari gejala penyakit teman Anda.” papar dokter.

“Saya akan ukur suhu tubuh dia!” kata dokter.

“Kayaknya dia demam!” seru Jerman.

“Trus dia pusing.” gumam Jerman.

“Berapa derajat suhu tubuh dia?” tanya Jerman.

“39,6 derajat Celsius.” kata dokter.

“Wah, tinggi juga suhu tubuh Italia.” kata Jerman.

“Makanya itu yang membuat dia lemas.” kata dokter tegas.

“Berarti suhu tubuh dia mencapai 40 derajat Celsius?” tanya Jerman.

“Ya. Bisa jadi dia demam tinggi.” kata dokter.

“Saya akan tuliskan resep bagi Italia.” kata dokter lagi.

Beberapa saat kemudian

“Ini resepnya. Tebuslah ke apotik terdekat.” kata dokter sopan.

“Terima kasih.” kata Jerman.

Setelah Jerman keluar dengan mendorong kursi roda Italia, Jepang masih berada di depot sushi. Ia telah menghabiskan 2 porsi sushi plus seporsi macam-macam gorengan dan minum es teh tawar. Ia juga membawa sushi untuk Jerman. Saat Jerman menunggu obat untuk Italia, Jepang meninggalkan depot sushi dan segera ke apotik untuk menunggu obat.

Setelah obat Italia dibayar dan diambil, mereka pun langsung pulang. Di rumah, Italia dibawa oleh Jerman karena tubuh Jepang terlalu kecil untuk menggendong Italia. Italia istirahat di kamarnya yang juga dipakai oleh Jerman. Tempat tidur mereka berukuran 180 X 200 (king size). Italia dibawa ke lantai atas oleh Jerman dan Jepang akan menyiapkan makanan untuk Italia.

“Italia udah tidur di atas.” kata Jerman.

“Nanti aku siapin sup buat Italia.” kata Jepang.

“Aku mau nonton bola ya!” seru Jerman.

Saat Jepang memasak sup untuk Italia, Jerman menonton pertandingan sepak bola, tayangan favoritnya di TV. Ia sudah menyukai sepak bola sejak kecil. Dulu, ia sering bermain sepak bola dengan sesama negara Eropa yang beraliran liberal. Ia juga bermain bola dengan negara Eropa yang beraliran komunis, tetapi tidak sering karena negara komunis lebih suka dengan negara tetangganya.

“Sup jagung udah siap.” kata Jepang.

“Aku bawain ya.” kata Jerman.

“Hati-hati ya!” kata Jepang.

Di kamar, Jerman menyuapi Italia perlahan-lahan karena Italia tidak bisa makan terburu-buru karena masih lemas. Kemudian, ia membantu Italia minum obat.

“Italia, makan ya.” kata Jerman.

“Aku suapin kamu!” seru Jerman.

Kemudian, ia minum 4 macam obat yang berbentuk tablet. Ia menelan tablet dengan perlahan sambil dibantu oleh Jerman.

“Italia, minum obat ya.” kata Jerman melembut.

“Abis minum obat, kamu tidur ya!” kata Jerman.

Setelah itu, Italia beristirahat dengan damai. Jerman dan Jepang pun siap menonton film di TV.